logo

on . Dilihat: 32

         Dalam beberapa dekade ini, narkoba menjadi barang yang peredarannya sangat luas yang disebabkan karena narkoba tidak mengenal usia, kedudukan ataupun status sosial peggunanya. Siapapun dapat memakai narkoba.. bahkan anak-anak saat ini pun dapat menikmatinya.! harga dan jenisnya pun beragam, mulai dari yang murah sampai yang mahal, berjenis cairan, gas, maupun berbentuk padat seperti bubuk, pil atau tablet, semuanya dikemas sedemikian rupa sehingga begitu menggoda dan menarik untuk dinikmati.

pilsip

     Orang-orang yang menggunakan narkoba, biasanya karena ingin mengubah sesuatu dalam hidup mereka, dimulai dari keingintahuan kemudian eksperimen atau coba-coba, mengurangi kebosanan dari rutinitas, sebagai pelarian atau bersantai, sampai dengan taraf yang lebih parah, karena ingin memberontak terhadap sesuatu yang membuatnya tertekan. Mereka beranggapan bahwa narkoba adalah jalan keluarnya.

     Akan tetapi, apa sih sebenarnya narkoba itu ? Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia  adalah  napza  yang merupakan singkatan dari narkotikapsikotropika, dan zat adiktif.

    Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasanya dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu yang membutuhkan rujukan atau resep resmi dari dokter.

     Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis semestinya sehingga dapat mengakibatkan penggunanya mengalami kelumpuhan hingga kematian. Pemasok narkoba di Indonesia diketahui berasal dari Afrika Barat, Iran, Eropa, dan yang paling aktif adalah pemasok dari Indo China.

sabu

Bagaimana narkoba bekerja?

      Narkoba pada dasarnya adalah racun yang memiliki zat adiktif (candu) yang membuat penggunanya selalu ingin menggunakan kembali. Jumlah yang dipakai menentukan efeknya. Dalam jumlah kecil, ia memberi efek stimulan (memacu anda). Dalam jumlah lebih besar, ia memberi efek sedatif (memperlambat anda). Jumlah yang lebih besar lagi akan meracuni dan dapat membunuh anda. Ini benar berlaku untuk semua jenis narkoba. Perbedaannya terletak pada jumlah yang dipakai untuk memberi efeknya.

     Tetapi banyak narkoba memiliki liabilitas lainnya: mereka langsung mempengaruhi otak kita. Narkoba mendistorsi persepsi si pengguna tentang apa yang terjadi di sekelilingnya. Akibatnya, tindakan-tindakannya menjadi aneh, irasional, tidak wajar dan bahkan destruktif. Narkoba menghalangi semua indra yang diperlukan maupun yang tidak. Jadi, walaupun memberikan pertolongan jangka pendek dalam mengurangi rasa sakit, narkoba juga menghapus kemampuan, kesadaran dan mengeruhkan pikiran seseorang. Narkoba membuat seseorang merasa lamban dan bodoh dan menyebabkan kegagalan dalam hidupnya. Dan karena dia lebih banyak mengalami kegagalan, ia menginginkan lebih banyak narkoba untuk membantunya dalam menghadapi masalah, yang sebenarnya justru akan menghancurkannya.

Narkoba menghancurkan kreativitas

    Suatu kebohongan mengenai narkoba ialah bahwa narkoba dapat membantu seseorang lebih kreatif. Kenyataan sesungguhnya sangat berbeda, dengan menggunakan narkoba seseorang yang sedang bersedih atau ingin berkreasi tidak akan berhasil mendapatkan rasa bahagia dan ide untuk karyanya. Narkoba membuat seseorang naik ke tingkat ceria hanya sesaat, tetapi pada saat efek narkobanya menghilang, dia akan terjatuh ke tingkat emosi yang lebih dalam daripada sebelumnya. Dan setiap kali, kejatuhan emosional akan lebih dalam dan mendalam. Akhirnya, narkoba akan menghancurkan semua kreativitas yang dimiliki seseorang. Untuk itu diperlukan pencegahan terhadap penggunaan narkoba ini.

narkobaaa

Pencegahan penyalahgunaan narkotika

       Pencegahan penyalahgunaan narkoba diluar maupun didalam negeri memerlukan peranan aktif dari segenap lapisan masyarakat termasuk para orang tua, tokoh masyarakat dan agama, kelompok remaja dan kelompok masyarakat lainnya. Partisipasi dan kolaborasi oleh segenap lapisan masyarakat adalah strategi yang sangat diperlukan untuk merespon secara disiplin pada permasalahan penyalahgunaan narkoba yang sangat kompleks. Kita menyadari bahwa permasalahan penyalahgunaan narkoba merupakan hasil interaksi berbagai faktor seperti tersedianya narkoba itu sendiri, aspek kepribadian, lingkungan dan perilaku individu.

    Dengan kenyataan ini, sepertinya tidak ada satu sistem atau kelompok pun yang bisa memberantas dan mencegah penyalahgunaan narkoba dilingkungannya. Pemerintah saja tidak dapat mengatasi permasalahan narkoba itu sendiri. walaupun sudah membuat regulasi yang ketat tentang narkoba. Masalah penyalahgunaan narkoba yang sangat kompleks ini tetap menuntut penanganan secara komprehensif dan terpadu, dengan partisipasi aktif dari masyarakat baik secara individu maupun kelompok, semua mempunyai potensi membantu generasi muda untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Di sisi lain, bila ada teman, orang terdekat, bahkan keluarga yang sudah terlanjur menggunakan barang haram tersebut, usahakan untuk tidak mendiskriminasikan mereka, berikan harapan, kasih sayang dan cinta, karena mereka dapat berhenti mengonsumsi narkoba jika memiliki keinginan kuat dan dukungan moral dari orang terdekat termasuk saudara dan keluarga, agar pengguna dapat meninggalkan kebiasaan buruk tersebut. (ommoll)

Referensi:

-          Wikipedia

-          Dunia bebas narkoba

Hubungi Kami

PENGADILAN AGAMA METRO

Jalan Stadion 24 B Tejo Agung Metro Timur

Kota Metro,  Provinsi Lampung.

Telp :  0725 45068

Email :   Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor